Friday, December 28, 2007

urutan ethernet di debian etch

Tidak seperti para sesepuh debian untuk debian etch, ada perbedaan dalam pengaturan dan pengurutan interface/ethernet dalam sistemnya..

Di debian etch.. setiap ada penambahan / penggantian Ethernet, urutannya akan selalu maju… misal router kita ada 3 buah ethernet dan ternyata eth0 rusak, maka perlu dilakukan penggantian, nah saat setelah diganti dan dinyalakan kita tidak akan menemui lagi eth0, tapi yang ada adalah eth3, tentunya ini akan bermasalah bila ternyata di interface eth0 sudah terdeklasi banyak IP dan harus mengurutkan lagi letak2 ethernet masing-masing.

Lalu Bagaimana Mengatasinya supaya bisa muncul lagi eth0?? ternyata di debian etch ada cara nya, yaitu ada di : /etc/udev/rules.d/z25_persistent-net.rules yang berisi file sebagai berikut contohnya :

# This file was automatically generated by the /lib/udev/write_net_rules
# program, probably run by the persistent-net-generator.rules rules file.
#
# You can modify it, as long as you keep each rule on a single line.
# MAC addresses must be written in lowercase.

# PCI device 0×10ec:0×8139 (8139too)
SUBSYSTEM==”net”, DRIVERS==”?*”, ATTRS{address}==”00:13:f7:39:de:35″, NAME=”eth0″

# PCI device 0×10ec:0×8139 (8139too)
SUBSYSTEM==”net”, DRIVERS==”?*”, ATTRS{address}==”00:00:21:10:e8:9e”, NAME=”eth2_rename”

# PCI device 0×8086:0×1051 (e100)
SUBSYSTEM==”net”, DRIVERS==”?*”, ATTRS{address}==”00:16:e6:63:91:fb”, NAME=”eth1″

nah bila ingin kembali mengurutkan setelah melakukan penggantian perangat / ethernet, maka ini file diatas harus dihapus dan router dinyalakan kembali.

Adapun yang dihapus adalah pada bagain berikut :

# PCI device 0×10ec:0×8139 (8139too)
SUBSYSTEM==”net”, DRIVERS==”?*”, ATTRS{address}==”00:13:f7:39:de:35″, NAME=”eth0″

# PCI device 0×10ec:0×8139 (8139too)
SUBSYSTEM==”net”, DRIVERS==”?*”, ATTRS{address}==”00:00:21:10:e8:9e”, NAME=”eth2_rename”

# PCI device 0×8086:0×1051 (e100)
SUBSYSTEM==”net”, DRIVERS==”?*”, ATTRS{address}==”00:16:e6:63:91:fb”, NAME=”eth1″

dan setelah di hapus jangan lupa di reboot routernya dan silahkan dilihat urutannya ethernet kita apakah sudah normal kembali ?? dengan perintah :bash# ip a

Install MRTG di Debian Etch

Akhirnya bisa juga sinau install mrtg di debian Etch. Mrtg adalah Multi Router Traffik Grapher, yaitu grafik untuk bisa melihat traffik yg lewat di router kita.

Sebelumnya perlu menginstall beberapa packet, yaitu :

  1. Snmp dan Snmpd
  2. Mrtg

Adapun cara2 installasinya adalah :

Karena dengan debian, installasi mudah dilakukan dengan cara :

#apt-get install snmp, snmpd, mrtg dan biarkan proses itu berjalan sampai selesai..

karena sudah ada cronnya, maka yg kita lakukan hanya :

cp /etc/mrtg.cfg /etc/mrtg.cfg.old
cfgmaker passpublic@localhost > /etc/mrtg.cfg
indexmaker /etc/mrtg.cfg > /var/www/mrtg/index.html

note :

passpublic adalah community yg ada di /etc/snmp/snmpd.conf dan pastikan snmpd sudah berjalan dengan baik.

Untuk mengecek apakah SNMP bekerja dengan baik, jalankan perintah berikut :
snmpwalk -Os -c passpublic -v 1 localhost system.
Perintah di atas akan menghasilkan keluaran seperti berikut :

sysDescr.0 = STRING: Linux frigg 2.6.18-4-686 #1 SMP Mon Mar 26 17:17:36 UTC 2007 i686
sysObjectID.0 = OID: netSnmpAgentOIDs.10
sysUpTimeInstance = Timeticks: (29668961) 3 days, 10:24:49.61
sysContact.0 = STRING: admin
sysName.0 = STRING: jenmannii

root@jenmanni:~# vim /etc/snmp/snmpd.conf

yg harus diedit ada pada perintah:

#sec.name source community
com2sec readonly localhost public12
com2sec readonly 203.190.40.0/24 public23
com2sec readonly 192.168.11.1/32 public23
com2sec readonly 192.168.13.2/32 public23

#sec.model sec.name
group MyROSystem v1 paranoid
group MyROSystem v2c paranoid
group MyROSystem usm paranoid
group MyROGroup v1 readonly
group MyROGroup v2c readonly
group MyROGroup usm readonly
group MyRWGroup v1 readwrite
group MyRWGroup v2c readwrite
group MyRWGroup usm readwrite

kemudian restart snmpnya dengan perintah :
root@tyr:~# /etc/init.d/snmpd restart

root@tyr:~# cfgmaker public12@localhost > /etc/mrtg.cfg

root@tyr:~# snmpwalk -Os -c public12 -v 1 localhost system

sysDescr.0 = STRING: Linux tyr 2.4.27-2-386 #1 Wed Aug 17 09:33:35 UTC 2005 i686
sysObjectID.0 = OID: netSnmpAgentOIDs.10
sysUpTimeInstance = Timeticks: (430) 0:00:04.30
sysContact.0 = STRING: Root (configure /etc/snmp/snmpd.local.conf)
sysName.0 = STRING: tyr
sysLocation.0 = STRING: Unknown (configure /etc/snmp/snmpd.local.conf)
sysORLastChange.0 = Timeticks: (1) 0:00:00.01
sysORID.1 = OID: ifMIB
sysORID.2 = OID: snmpMIB
sysORID.3 = OID: tcpMIB
sysORID.4 = OID: ip
sysORID.5 = OID: udpMIB
sysORID.6 = OID: vacmBasicGroup
sysORID.7 = OID: snmpFrameworkMIBCompliance
sysORID.8 = OID: snmpMPDCompliance
sysORID.9 = OID: usmMIBCompliance
sysORDescr.1 = STRING: The MIB module to describe generic objects for network interface sub-layers
sysORDescr.2 = STRING: The MIB module for SNMPv2 entities
sysORDescr.3 = STRING: The MIB module for managing TCP implementations
sysORDescr.4 = STRING: The MIB module for managing IP and ICMP implementations
sysORDescr.5 = STRING: The MIB module for managing UDP implementations
sysORDescr.6 = STRING: View-based Access Control Model for SNMP.
sysORDescr.7 = STRING: The SNMP Management Architecture MIB.
sysORDescr.8 = STRING: The MIB for Message Processing and Dispatching.
sysORDescr.9 = STRING: The management information definitions for the SNMP User-based Security Model.
sysORUpTime.1 = Timeticks: (0) 0:00:00.00
sysORUpTime.2 = Timeticks: (1) 0:00:00.01
sysORUpTime.3 = Timeticks: (1) 0:00:00.01
sysORUpTime.4 = Timeticks: (1) 0:00:00.01
sysORUpTime.5 = Timeticks: (1) 0:00:00.01
sysORUpTime.6 = Timeticks: (1) 0:00:00.01
sysORUpTime.7 = Timeticks: (1) 0:00:00.01
sysORUpTime.8 = Timeticks: (1) 0:00:00.01
sysORUpTime.9 = Timeticks: (1) 0:00:00.01

root@tyr:~# cfgmaker public12@localhost > /etc/mrtg.cfg
root@tyr:~# indexmaker /etc/mrtg.cfg > /var/www/mrtg/index.html
kemudian buka file /etc/mrtg.cfg dan pada :

# to get bits instead of bytes and graphs growing to the right
Options[_]: growright, bits <<>

Untuk test apakah mrtg sudah berjalan, silahkan buka di browser dengan mengetikkan : http://alamat_ip/mrtg.

dan pertumbuhan traffik berjalan dari kiri kekanan..

Minbar, Linux sholat reminder

Kalau sudah didepan komputer kita seringnya kelupaan sama yang namanya waktu, tidak jarang sholat pun jadi ‘kerjaan sampingan’. Ketika pakai Windows (*dulu..), tidak perlu susah-susah menemukan aplikasi yang mengingatkan shalat, karena memang banyak aplikasi yang bisa jadi pilihan. Tapi bagaimana kalau di linux?

Ada salah satu (*karena tahunya juga baru ini) yang sudah aku coba dan sangat bagus, namanya adalah minbar. Dapat informasi aplikasi ini dari situsnya ubuntuME (Moslem Edition), sebuah distro yang dirancang khusus untuk umat Muslim. Secara default, distro ini sudah memaketkan aplikasi-aplikasi moslem, salah satunya adalah minbar ini. Program Minbar memerlukan paket Islamic Tools Library libitl0_0.6.4-1_i386.deb yang bisa didapatkan sini

Kemudian minbarnya bisa diunduh disini, sayangnya cuma disediakan paket binary .deb, tidak disediakan bagi yang pengin instalasi dari source ataupun paket RPM. Yah.. nggak apa-apa lah.. lagian juga malah mudah. Tinggal double klik aja, dan instalasi akan berjalan otomatis. Jika Anda menggunakan distro selain dari keluarga debian, mungkin bisa menggunakan “alien” untuk mengatasi permasalahan ini.

Setelah instalasi selesai, giliran sekarang menjalankan aplikasi ini. Pertama sempat kebingungan nyari2 dimana shortcutnya, namun tidak berhasil kutemukan. Akhirnya kuputuskan untuk membuatnya sendiri. Caranya adalah dari G-Menu > System > Preferences > Main Menu. Buat dari menu New Item , kemudian isikan name dengan ‘Sholat reminder’ (*bisa juga diganti yg lain, tanpa petik) dan command adalah ‘minbar’ (*tanpa petik). Terserah Anda mau meletakkan dimana shortcut ini, kalau aku taruh di Acceseories.

Tapi kalau pengin cara yang ringkas, ada cara lainnya, yaitu dari terminal/konsole atau dengan menekan alt+F2, ketikkan ‘minbar’

Sampai disini, masih ada yang harus dilakukan, yaitu menyesuaikan setting lokasi wilayah dengan daerah tempat kita tinggal. Tekan button Preferences, pada tab Detail City, isikan latitude, longitude dengan keadaan geografis ilayah kita. Kalau Anda di jogja, isikan latitude=77.49 7.49 dan longitude=110.22. Name=jogja dan time zone=7 (+ 7) sesuai dengan jarak waktu tempat kita dengan GMT London.

Daftar wilayah yang cukup lengkap, bisa dilihat disini, namun kalau wilayah Anda tidak ada, coba saja cari menggunakan google.

Terakhir, adalah membuat aplikasi ini otomatis dijalankan bersamaan dengan tiap kali booting.

Caranya dari GMenu > Systems > Preferences > session. Buat startup baru dengan menekan tombol new, name=’sholat reminder’ dan command=’minbar’ (keduanya tanpa petik)

Sekarang, setidaknya dalam sehari akan ada lima kali suara adzan yang slalu mengingatkan Anda.

Handbook debian etch

Buat para pecinta debian, ada handbook (*ebook) gratis dalam bahasa indonesia yang membahas segalanya tentang debian dan rilis terbarunya yang diberi code name etch. Selengkapnya unduh di http://www.debianindonesia.org/id/FreeEbook/DebianGNULinux/