Monday, December 31, 2007

Debian, Ubuntu, GNOME

Kamis lalu, walaupun cukup terlambat dibandingkan linuxer lain yang telah mencoba distro Ubuntu 6.06, aku mencoba menjajal sisi lain dari dunia linux yang selama ini aku kenal, yaitu Debian packages, Ubuntu 6.06 dan GNOME.Sebagai linux user yang telah lama terbenam dalam SUSE/Fedora, Redhat Package Manager dan KDE, serasa seperti gembala yang menemukan padang rumput yang masih perawan rasanya.
Aku akui, ketergantungan terbesarku selama ini adalah pada desktop KDE dan aplikasinya serta kemudahan penggunaannya untuk penggunaan dengan GUI, selebihnya untuk penggunaan command line rasanya tidak ada keterikatan yang berlebihan, command line bukan hal yang asing bagiku dan keadaan yang universal untuk hampir semua distro menyebabkan tidak ada hambatan berarti bila gonta-ganti distro, command line sudah menjadi keharusan dan makanan sehari-hariku sebagai admin lab. komputer sekolah, dimana terdapat dua buah server linux sebagai proxy server(Fedora) dan internal data server(SUSE), keduanya diadministrasi lewat console.

GNOME mungkin adalah desktop yang tidak pernah aku sentuh belakangan ini, perkenalan pertama dengan GNOME terjadi saat aku menginstall distro Mandrake 10.0, saat itu aku melihat GNOME sebagai sesuatu yang sangat sederhana dibandingkan KDE, saat itu sebagai user linux pemula yang berasal dari dunia Windows, KDE betul-betul mempesona sehingga GNOME seolah-olah tersingkirkan, preferensi terhadap KDE terus berlanjut saat aku pindah ke distro SUSE yang memang KDE-minded.

Sebagai pengguna distro SUSE/Fedora, penggunaan RPM sudah menjadi keharusan dan keterampilan yang wajib dimiliki, disamping kompilasi dari source tentunya. penggunaan command seperti rpm -ivh, rpm -e, atau rpm -qa|grep adalah suatu hal yang umum.
Saat dihadapkan pada paket debian, rasanya harus belajar kembali nih.
Tapi nggak susah-susah amat kok, cuma berubah jadi dpkg -i, dpkg -r dan dpkg -l|grep

Akhirnya pandanganku terhadap Debian dan GNOME berubah saat aku menginstall distro Ubuntu 6.06 Dapper Drake pada hari kamis lalu, aku putuskan untuk mencoba distro ini setelah mencoba live cd-nya, aku melihat perubahan yang signifikan dibandingkan GNOME yang aku kenal saat pertama kali melihatnya, integrasi desktopnya terlihat menawan.
langsung saja aku buat partisi baru sebesar 4 GB dengan mengambil tempat dari partisi Windows, sedangkan untuk home partition dan swap menggunakan yang sudah ada, berbagi dengan sistem SUSE 10.0-ku.
Sayangnya, karena sabtu sore aku ada bimbingan belajar dari pukul 17.00 sampai 19.00, niat menginstall aku tunda dulu.

Setelah selesai bimbingan, aku kembali mencoba menginstall Ubuntu ini, dan untungnya berhasil mulus, tidak ada masalah dalam instalasi, hanya masalah minor pada kalibrasi layar, dimana pada resolusi 1280 x 1024 pixel, display bergeser kekanan sehingga meninggalkan ruang kosong disebelah kiri, seharusnya ini bisa diatasi dengan menginstal driver nvidia, seperti pada sistem SUSE-ku.

Karena datang dengan satu live cd sekaligus instaler, maka wajar jika paket program yang disertakan sangat tidak lengkap, sedangkan bila mendownload aku belum bisa sebab saat itu modem internalku belum bisa bekerja. Sedangkan bila mendownload manual rasanya akan perlu usaha ekstra sebab berkaitan dengan masalah dependensi. Akhirnya solusi untuk masalah ini aku temukan di salah satu thread di forum CHIP yang merujuk ke situs Ubuntu Indonesia, solusi yang dimaksud berupa DVD repositori yang didistribusikan secara lokal, DVD ini terdiri dari 3 DVD, yaitu Multiverse, Universe-1 dan Universe-2.

Pada hari jumat, dengan seorang juniorku di klub komputer sebagai penunjuk jalan aku mencari DVD yang dimaksud setelah sebelumnya membuat kesepakatan dengan distributor via SMS, akhirnya dapat juga DVD-nya.
Setelah mendapat DVD tersebut, mulailah aku mengoprek PC-ku, pertama upgrade kernel ke versi 686, dengan perintah sudo dpkg -i, kernel 686 bisa terinstal dan otomatis terkonfigurasi hingga ke GRUB bootloader, jadi ada pilihan untuk kernel 386 atau 686, tapi untuk bootloader, aku mengandalkan bootloader bawaan SUSE.
Selanjutnya untuk driver nvidia, sama mudahnya, tinggal instal paket debiannya dan sedikit pengubahan manual di file /etc/X11/xorg.conf langsung jalan deh, layar jadi sempurna dan akselerasi 3D dapat diaktifkan.

Tantangan terakhir adalah instalasi Smartlink Winmodem, menggunakan paket slamr-2.6.15-23-386.tgz dari linmodems, dapat bekerja pada kernel 386, tinggal eksekusi setup scriptnya, sayangnya dikernel 686 menolak untuk terinstalasi dengan error kira-kira "invalid modules"
ya harus putar otak deh, setelah googling dari sistem SUSE, aku mendapatkan beberapa halaman forum dan tutorial serta mendownload beberapa file yang kira-kira diperlukan, tapi semuanya menolak untuk diinstal, misalnya paket source code menampilkan error saat dikompilasi dan lain sebagainya, tapi akhirnya solusi aku temukan disitus Blog Ubuntu Indonesia.
Nah akhirnya bisa deh, selanjutnya tinggal instalasi paket multimedia yang mengikuti panduan dari Panduan Ubuntu.

Untuk email, aku memilih Thunderbird daripad Evolution, alasannya karena inbox-ku selama ini memang disimpan di Thunderbird, dan Thunderbird di Ubuntu bisa bekerja dengan baik menggunakan folder .thunderbird dari SUSE, begitu juga dengan Firefox.

Mengenai DVD repositori, ada satu masalah yang aku temui saat mencoba menggunakannya dengan perintah sudo apt-cdrom add, program gagal me-mount DVD, sebagai informasi, aku menggunakan DVD-ROM di /dev/hdc dan CD-RW di /dev/hdd tapi program selalu merujuk ke /dev/hdd, bukannya /dev/hdc.
Tapi setelah membaca manual program, aku tambahkan parameter sehingga menjadi

sudo apt-cdrom -m -d=/media/cdrom-1 add

baru deh bisa, tapi mekanisme penggantian DVD saat instalasi lumayan bikin kesel, sebab bisa saja urutannya bertukar-tukar, jadi nggak cukup sekali masukin satu DVD, bisa berulangkali memasukkan DVD yang sama.
akhirnya semua usaha terbayar dengan kepuasan, sebuah desktop sederhana telah hadir dikomputerku.

Friday, December 28, 2007

urutan ethernet di debian etch

Tidak seperti para sesepuh debian untuk debian etch, ada perbedaan dalam pengaturan dan pengurutan interface/ethernet dalam sistemnya..

Di debian etch.. setiap ada penambahan / penggantian Ethernet, urutannya akan selalu maju… misal router kita ada 3 buah ethernet dan ternyata eth0 rusak, maka perlu dilakukan penggantian, nah saat setelah diganti dan dinyalakan kita tidak akan menemui lagi eth0, tapi yang ada adalah eth3, tentunya ini akan bermasalah bila ternyata di interface eth0 sudah terdeklasi banyak IP dan harus mengurutkan lagi letak2 ethernet masing-masing.

Lalu Bagaimana Mengatasinya supaya bisa muncul lagi eth0?? ternyata di debian etch ada cara nya, yaitu ada di : /etc/udev/rules.d/z25_persistent-net.rules yang berisi file sebagai berikut contohnya :

# This file was automatically generated by the /lib/udev/write_net_rules
# program, probably run by the persistent-net-generator.rules rules file.
#
# You can modify it, as long as you keep each rule on a single line.
# MAC addresses must be written in lowercase.

# PCI device 0×10ec:0×8139 (8139too)
SUBSYSTEM==”net”, DRIVERS==”?*”, ATTRS{address}==”00:13:f7:39:de:35″, NAME=”eth0″

# PCI device 0×10ec:0×8139 (8139too)
SUBSYSTEM==”net”, DRIVERS==”?*”, ATTRS{address}==”00:00:21:10:e8:9e”, NAME=”eth2_rename”

# PCI device 0×8086:0×1051 (e100)
SUBSYSTEM==”net”, DRIVERS==”?*”, ATTRS{address}==”00:16:e6:63:91:fb”, NAME=”eth1″

nah bila ingin kembali mengurutkan setelah melakukan penggantian perangat / ethernet, maka ini file diatas harus dihapus dan router dinyalakan kembali.

Adapun yang dihapus adalah pada bagain berikut :

# PCI device 0×10ec:0×8139 (8139too)
SUBSYSTEM==”net”, DRIVERS==”?*”, ATTRS{address}==”00:13:f7:39:de:35″, NAME=”eth0″

# PCI device 0×10ec:0×8139 (8139too)
SUBSYSTEM==”net”, DRIVERS==”?*”, ATTRS{address}==”00:00:21:10:e8:9e”, NAME=”eth2_rename”

# PCI device 0×8086:0×1051 (e100)
SUBSYSTEM==”net”, DRIVERS==”?*”, ATTRS{address}==”00:16:e6:63:91:fb”, NAME=”eth1″

dan setelah di hapus jangan lupa di reboot routernya dan silahkan dilihat urutannya ethernet kita apakah sudah normal kembali ?? dengan perintah :bash# ip a

Install MRTG di Debian Etch

Akhirnya bisa juga sinau install mrtg di debian Etch. Mrtg adalah Multi Router Traffik Grapher, yaitu grafik untuk bisa melihat traffik yg lewat di router kita.

Sebelumnya perlu menginstall beberapa packet, yaitu :

  1. Snmp dan Snmpd
  2. Mrtg

Adapun cara2 installasinya adalah :

Karena dengan debian, installasi mudah dilakukan dengan cara :

#apt-get install snmp, snmpd, mrtg dan biarkan proses itu berjalan sampai selesai..

karena sudah ada cronnya, maka yg kita lakukan hanya :

cp /etc/mrtg.cfg /etc/mrtg.cfg.old
cfgmaker passpublic@localhost > /etc/mrtg.cfg
indexmaker /etc/mrtg.cfg > /var/www/mrtg/index.html

note :

passpublic adalah community yg ada di /etc/snmp/snmpd.conf dan pastikan snmpd sudah berjalan dengan baik.

Untuk mengecek apakah SNMP bekerja dengan baik, jalankan perintah berikut :
snmpwalk -Os -c passpublic -v 1 localhost system.
Perintah di atas akan menghasilkan keluaran seperti berikut :

sysDescr.0 = STRING: Linux frigg 2.6.18-4-686 #1 SMP Mon Mar 26 17:17:36 UTC 2007 i686
sysObjectID.0 = OID: netSnmpAgentOIDs.10
sysUpTimeInstance = Timeticks: (29668961) 3 days, 10:24:49.61
sysContact.0 = STRING: admin
sysName.0 = STRING: jenmannii

root@jenmanni:~# vim /etc/snmp/snmpd.conf

yg harus diedit ada pada perintah:

#sec.name source community
com2sec readonly localhost public12
com2sec readonly 203.190.40.0/24 public23
com2sec readonly 192.168.11.1/32 public23
com2sec readonly 192.168.13.2/32 public23

#sec.model sec.name
group MyROSystem v1 paranoid
group MyROSystem v2c paranoid
group MyROSystem usm paranoid
group MyROGroup v1 readonly
group MyROGroup v2c readonly
group MyROGroup usm readonly
group MyRWGroup v1 readwrite
group MyRWGroup v2c readwrite
group MyRWGroup usm readwrite

kemudian restart snmpnya dengan perintah :
root@tyr:~# /etc/init.d/snmpd restart

root@tyr:~# cfgmaker public12@localhost > /etc/mrtg.cfg

root@tyr:~# snmpwalk -Os -c public12 -v 1 localhost system

sysDescr.0 = STRING: Linux tyr 2.4.27-2-386 #1 Wed Aug 17 09:33:35 UTC 2005 i686
sysObjectID.0 = OID: netSnmpAgentOIDs.10
sysUpTimeInstance = Timeticks: (430) 0:00:04.30
sysContact.0 = STRING: Root (configure /etc/snmp/snmpd.local.conf)
sysName.0 = STRING: tyr
sysLocation.0 = STRING: Unknown (configure /etc/snmp/snmpd.local.conf)
sysORLastChange.0 = Timeticks: (1) 0:00:00.01
sysORID.1 = OID: ifMIB
sysORID.2 = OID: snmpMIB
sysORID.3 = OID: tcpMIB
sysORID.4 = OID: ip
sysORID.5 = OID: udpMIB
sysORID.6 = OID: vacmBasicGroup
sysORID.7 = OID: snmpFrameworkMIBCompliance
sysORID.8 = OID: snmpMPDCompliance
sysORID.9 = OID: usmMIBCompliance
sysORDescr.1 = STRING: The MIB module to describe generic objects for network interface sub-layers
sysORDescr.2 = STRING: The MIB module for SNMPv2 entities
sysORDescr.3 = STRING: The MIB module for managing TCP implementations
sysORDescr.4 = STRING: The MIB module for managing IP and ICMP implementations
sysORDescr.5 = STRING: The MIB module for managing UDP implementations
sysORDescr.6 = STRING: View-based Access Control Model for SNMP.
sysORDescr.7 = STRING: The SNMP Management Architecture MIB.
sysORDescr.8 = STRING: The MIB for Message Processing and Dispatching.
sysORDescr.9 = STRING: The management information definitions for the SNMP User-based Security Model.
sysORUpTime.1 = Timeticks: (0) 0:00:00.00
sysORUpTime.2 = Timeticks: (1) 0:00:00.01
sysORUpTime.3 = Timeticks: (1) 0:00:00.01
sysORUpTime.4 = Timeticks: (1) 0:00:00.01
sysORUpTime.5 = Timeticks: (1) 0:00:00.01
sysORUpTime.6 = Timeticks: (1) 0:00:00.01
sysORUpTime.7 = Timeticks: (1) 0:00:00.01
sysORUpTime.8 = Timeticks: (1) 0:00:00.01
sysORUpTime.9 = Timeticks: (1) 0:00:00.01

root@tyr:~# cfgmaker public12@localhost > /etc/mrtg.cfg
root@tyr:~# indexmaker /etc/mrtg.cfg > /var/www/mrtg/index.html
kemudian buka file /etc/mrtg.cfg dan pada :

# to get bits instead of bytes and graphs growing to the right
Options[_]: growright, bits <<>

Untuk test apakah mrtg sudah berjalan, silahkan buka di browser dengan mengetikkan : http://alamat_ip/mrtg.

dan pertumbuhan traffik berjalan dari kiri kekanan..

Minbar, Linux sholat reminder

Kalau sudah didepan komputer kita seringnya kelupaan sama yang namanya waktu, tidak jarang sholat pun jadi ‘kerjaan sampingan’. Ketika pakai Windows (*dulu..), tidak perlu susah-susah menemukan aplikasi yang mengingatkan shalat, karena memang banyak aplikasi yang bisa jadi pilihan. Tapi bagaimana kalau di linux?

Ada salah satu (*karena tahunya juga baru ini) yang sudah aku coba dan sangat bagus, namanya adalah minbar. Dapat informasi aplikasi ini dari situsnya ubuntuME (Moslem Edition), sebuah distro yang dirancang khusus untuk umat Muslim. Secara default, distro ini sudah memaketkan aplikasi-aplikasi moslem, salah satunya adalah minbar ini. Program Minbar memerlukan paket Islamic Tools Library libitl0_0.6.4-1_i386.deb yang bisa didapatkan sini

Kemudian minbarnya bisa diunduh disini, sayangnya cuma disediakan paket binary .deb, tidak disediakan bagi yang pengin instalasi dari source ataupun paket RPM. Yah.. nggak apa-apa lah.. lagian juga malah mudah. Tinggal double klik aja, dan instalasi akan berjalan otomatis. Jika Anda menggunakan distro selain dari keluarga debian, mungkin bisa menggunakan “alien” untuk mengatasi permasalahan ini.

Setelah instalasi selesai, giliran sekarang menjalankan aplikasi ini. Pertama sempat kebingungan nyari2 dimana shortcutnya, namun tidak berhasil kutemukan. Akhirnya kuputuskan untuk membuatnya sendiri. Caranya adalah dari G-Menu > System > Preferences > Main Menu. Buat dari menu New Item , kemudian isikan name dengan ‘Sholat reminder’ (*bisa juga diganti yg lain, tanpa petik) dan command adalah ‘minbar’ (*tanpa petik). Terserah Anda mau meletakkan dimana shortcut ini, kalau aku taruh di Acceseories.

Tapi kalau pengin cara yang ringkas, ada cara lainnya, yaitu dari terminal/konsole atau dengan menekan alt+F2, ketikkan ‘minbar’

Sampai disini, masih ada yang harus dilakukan, yaitu menyesuaikan setting lokasi wilayah dengan daerah tempat kita tinggal. Tekan button Preferences, pada tab Detail City, isikan latitude, longitude dengan keadaan geografis ilayah kita. Kalau Anda di jogja, isikan latitude=77.49 7.49 dan longitude=110.22. Name=jogja dan time zone=7 (+ 7) sesuai dengan jarak waktu tempat kita dengan GMT London.

Daftar wilayah yang cukup lengkap, bisa dilihat disini, namun kalau wilayah Anda tidak ada, coba saja cari menggunakan google.

Terakhir, adalah membuat aplikasi ini otomatis dijalankan bersamaan dengan tiap kali booting.

Caranya dari GMenu > Systems > Preferences > session. Buat startup baru dengan menekan tombol new, name=’sholat reminder’ dan command=’minbar’ (keduanya tanpa petik)

Sekarang, setidaknya dalam sehari akan ada lima kali suara adzan yang slalu mengingatkan Anda.

Handbook debian etch

Buat para pecinta debian, ada handbook (*ebook) gratis dalam bahasa indonesia yang membahas segalanya tentang debian dan rilis terbarunya yang diberi code name etch. Selengkapnya unduh di http://www.debianindonesia.org/id/FreeEbook/DebianGNULinux/


Saturday, July 07, 2007

disclaimer

sori ya pada paraa pembaca soale aku lagi sibuk kerja jadi blog ke jarang terurus....
sori looooooooooooo..........


- fronzpower-

Friday, June 22, 2007

Thursday, June 14, 2007

lanjutan

ternyata memang sih ada beberapa paktor yang nyebapin posko "dikuasasi" cewek, yo diantaranya. Ketuane eh sori admine wae wis cewek. Tapi dengan begitu saya yakin posko tetep baik....... tambah rapi dan moga tambah ilmunya... semangat....

tobe continued..

Sunday, June 10, 2007

ukm pcc at now


ukm pcc sekarang jauh berbeda dengan yang dahulu saya melihat. ada kecenderungan tahun 2007 sampai awal 2008 besok. ukm pcc polines. Akan masih dikuasai oleh kaum hawa.. Sebuah kemajuan / kemunduran ?????

to be continued....

Wednesday, May 30, 2007

mengamankan windows dengan Norton Ghost

Install ulang windows 10 menit dengan NG2003

ini adalah salah satu trik untuk melakukan install windows yang rusak, ato kena
virus dengan sistem backup.

++++ INSTALL WINDOWS ++++
1. install windows normal (waktu +- 1 jam)
2. install program sembarang yang penting2 thok
3. (sing paling penting) install norton ghost (versi yang saya gunakan 2003)

++++ BACKUP WINDOWS WITH GHOST ++++
4. jalankan Norton Ghost start - program - norton ghost2003 - norton ghost
5. pilih ghost basic - backup - next
6. pilih drive c - next - browse
7. pilih lokasi untuk menyimpan image (misal d:\fronzghost) - beri nama (misal ghoshku.gho)
8. kemudian next ,dst.. dst..
9. kemudian windows akan restart dan menjalankan pcdos - secara otomatis melakukan proses backup
10. setelah selesai akan restart lagi dan masuk windows
11. selamat.. anda telah berhasil membuat image ghost windows (*.gho)

++++ RUNNING GHOST ++++
12. jalankan Norton Ghost start - program - norton ghost2003 - norton ghost
13. pilih ghost basic - restore - next
14. browse pilih image ghost (*.gho) yang tadi dibuat (misal d:\fronzghost\ghoshku.gho)
15. next klik drive c - pada bagian destination - next
16. klik / centang overwrite windows - next
17. kemudian next ,dst.. dst..
18. kemudian windows akan restart dan menjalankan pcdos - secara otomatis melakukan proses restore
19. silakan minum kopi dan makan cemilan dulu
20. ghost melakukan progress pengkopian windows yang di ghost (+-10 menit)
21. setelah selesai, windows restart..
22. selamat.. anda telah melakukan install ulang windows

++++ note ++++
- pada waktu running ghost (backup/restore) pastikan port usb bebas dari flasdisk, device usb lain
- sediakan tempat +-1 gb untuk tempat nyimpan ghost image (*.gho)
- kalo kena virus, setelah dighost search file di drive d,e,f,g,h,..dst.
cari file (*.exe) yang mencurigakan (biasanya ukuran dan bentuk icon sama) - delete
- hati2 jangan sampai men-delete filenya windows
- ghost sangat bermanfaat jika komputer anda menggunakan multi OS
- untuk menghindari kena virus, pastikan disable system restore all ड्राइव/ पार्टीशन

थांक'एस फ़ॉर मस हर

Sunday, April 29, 2007

SMA Favorit Anak Gaul Solo

SMA Negeri yang satu ini berada di Jl. Moh Yamin, tepatnya di pertigaan Panularan depan Asrama Polisi Palunalaran. SMA 7 atau yang biasa anak gaul bilang Smupiet ini memang cukup terkenal dan menjadi favorit anak anak smp yang mau melanjutkan pendidikannya di sma.

SMA Negeri 7 Solo ini memiliki fasilitas sekolah yang bisa dibilang terlengkap jika dibandingkan SMA negeri lainnya di kota Solo. Mulai dari gedung sekolah yang bertingkat, fasilitas laboratorium fisika, kimia, biologi dan bahasa ada dan terjamin. Fasilitas lapangan olahraga juga memadai setidaknya di tengah gedung SMA Negeri 7 yang berbentuk U ini ada lapangan basket dan Volley nya.

Mengenai prestasi SMA Negeri 7 ini memang terbilang berada di rangking tengah, seperti kita ketahui bersama rangkin SMA Negeri di Surakarta di dominasi SMA 1, SMA 3, SMA 4, SMA 5 baru SMA 7, SMA 2, SMA 6 dan terakhir SMA 8. Dari 3 Jurusan yang ada SMA 7 lebih memiliki karakter prestasi di IPA.

Lulusan SMA Negeri 7 ini juga tidak bisa dianggap remeh, karena sekitar range 40% hingga 50% lulusannya diterima di Universitas Negeri lewat Jalur UMPTN atau PMDK. Dengan semakin baiknya kualitas guru guru SMA ini bukan tidak mungkin kedepannya SMA Negeri 7 ini bisa menempati peringkat yang lebih baik daripada sekarang ini


Saturday, April 28, 2007

h4ll0....

n4m4ku 9uffr0n, biasa di panggil fronz, maka dari itu blog ini kunamai dengan fr0nz3n.
begitulah asal muasal penamaan blog-ku ini..

selamat menikmati '^_^
blog alakadarnya ini
thank+yuo